PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP MENTAL HEALTH AWARENESS MURID DI PONDOK PESANTREN

Uncategorized

Oleh: Ustadz Teguh Maulana Horizon, guru BK ABI Center       Pondok pesantren adalah suatu lembaga pendidikan yang menyatukan ilmu-ilmu keagamaan dan ilmu-ilmu pengetahuan dalam pembelajaran nya. Pondok pesantren selain mengajarkan ilmu agama dan ilmu pengetahuan pesantren juga sangat erat kaitannya sebagai pusat pengembangan karakter dan kehidupan sosial murid karena pesantren adalah bentuk miniatur dari kehidupan bermasyarakat. Proses pendidikan di pondok pesantren yaitu full dua puluh empat jam yang berada di bawah bimbingan serta pengawasan unsur pimpinan, ustadz-ustadzah, serta pengasuh/pembina asrama. Maka dari itu anak yang memilih pondok pesantren sebagai tempat menimba ilmu maka harus siap jauh dari orang tua, harus siap mandiri mengerjakan apapun sendiri tanpa harus dipersiapkan oleh orang tua saat masih berstatus murid Sekolah Dasar (SD), kemandirian murid dapat terlihat dari kemampuan murid dalam mengurus diri sendiri saat makan, minum, mencuci, sampai kemandirian dalam belajar. Kemandirian murid dipondok pesantren menjadikan murid mengenali tugas tanpa disuruh, mengelola waktu, mengambil inisiatif, dan menyelesaikan masalah sehari hari. Disamping murid dilatih untuk menjadi pribadi yang mandiri murid juga dihadapkan dengan kedisiplinan yang ketat seluruh kegiatannya diatur oleh pihak pondok pesantren baik kegiatan di sekolah maupun kegiatan di asrama, baik dari murid bangun tidur sampai tidur kembali. Kedisiplinan bagi murid di pondok pesantren menjadikan murid pribadi yang bertanggung jawab dan mendorong mereka untuk menghargai waktu, mengatur diri, dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri mereka sendiri. Kemandirian dan Pendisiplinan di pondok pesantren bukan hanya tentang hukuman, tetapi lebih pada proses membentuk karakter murid yang berakhlak dan beradab. Berdasarakan wawancara dengan orang tua calon murid yang mendaftarkan anaknya di Pondok Pesantren ABI Center bahwa mereka mempunyai harapan anaknya dapat mandiri dan disiplin agar anaknya tumbuh menjadi pribadi yang soleh, berkarakter kuat dengan ilmu agama serta menjadi anak yang berbakti dan membanggakan orang tua. Meskipun pondok pesantren memiliki misi dalam membina kemandirian dan kesiplinan murid, tidak dapat dipungkiri terdapat tantangan dalam proses pendidikan tersebut baik faktor internal diri murid itu sendiri maupun faktor eksternal dari lingkungannya. Hidup di pondok pesantren bukanlah kehidupan yang bebas karena pondok pesantren di desain dengan aturan yang ketat dan kegiatan yang padat seperti belajar dan rutinitas kepondokan maka akan memberi takanan tersendiri bagi para murid yang belum terbiasa hidup dengan banyak kegiatan sebelumnya. Hal ini menimbulkan perasaan cemas, stress, bahkan sampai tekanan psikologis, jika hal tersebut dibiarkan begitu saja akan memperburuk keadaan emosional murid itu sendiri. Dalam konteks ini, Guru Bimbingan dan Konseling hadir dan berperan penting dalam pendekatan psikologis dan membantu mengelola Kesehatan mental dari pada murid bimbingan yang di ampunya. Menurut WHO (World Healt Orginazation), Kesehatan mental Adalah kondisi kesejahteraan diri yang disadari oleh individu yang didalamnya ada kemampuan untuk mengelola stress dalam kehidupan dan ketidak stabilan emosi yang dapat menimbulkan suatu masalah pada remaja. Didalam agama islam dalam menjaga Kesehatan jiwa Adalah bagian dari menjaga amanah dari Allah. Dikutip dari website Baznas kabtrenggalek, menyatakan bahwa dalam ajaran Islam, kesehatan jiwa juga sangat erat kaitannya dengan keimanan. Semakin kuat iman seseorang, semakin kuat pula ketenangan jiwa yang ia rasakan. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Ar-Ra’du ayat 28, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” Ayat ini menjadi landasan bahwa ketenangan mental bukan hanya hasil usaha pribadi, tetapi juga karunia dari Allah. Sebagai murid harus lebih sadar mengenai Kesehatan mentalnya maka dari itu jangan ragu untuk mencari bantuan kepada Guru Bimbingan dan Konseling jika merasa cemas, stress, ataupun tekanan. Sama seperti yang dialami oleh Nabi Muhammad, bahwasanya nabi pernah mengalami tekanan batin saat menghadapi penolokan dakwah dan wafatnya orang-orang tercinta, hal ini menunjukan merasa sedih, lelah, cemas adalah fitrah dari manusia. Peran dari Guru Bimbingan dan Konseling adalah memastikan kesejahteraan muridnya dan mampu membangun kekuatan emosionalnya dan mengelola emosionalnya sendiri dan peran Guru Bimbingan dan Konseling juga memberikan layanan konseling individu bagi murid yang membutuhkan wadah untuk berkeluh kesah. Tugas dari Guru Bimbingan dan Konseling di Pondok Pesantren juga bekerja sama dengan pihak guru mata Pelajaran, wali kelas, dan pihak asrama yaitu pengasuh agar terciptanya lingkungan yang ramah psikologis dimana murid akan lebih merasa diterima, didengar, dan tidak takut untuk mengungkapkan perasaannya. Dengan kolaborasi tersebut pondok pesantren tidak hanya melahirkan murid yang berakhlakul karimah dan beradab juga melahirkan pribadi yang mampu menghadapi derasnya arus kemajuan zaman dengan iman dan ketenangan.
Tags :

Uncategorized

Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Have Any Question?

Do not hesitage to give us a call. We are an expert team and we are happy to talk to you.