Kisah Inspirasi Semasa Liburan Muird ABI Center

Uncategorized

Redaksi: M. Ghani Naufal Adel   Hal Yang Berkesan Dalam Hidupku oleh: Habib Naziful Qulub Pada suatu hari saya bermain di kampung saya. saya pergi jalan-jalan. pada saat itu pada saat itu saya pulang kerumah untuk menonton TV, bermain HP, dan mandi. Pada sat itu saya berfikir berapa semua uang yang dikeluarkan oleh orang tua saya selama saya bersekolah di pondok pesantren Abi Center saya pun menghitung uang bulanan dan ternyata tidak sedikit yang dikeluarkan,belum dengan kebutuhan sehari hari dan jajan. Pada saat saya pergi bermain ada seseorang yang ingin masuk ke sekolah terfavorit ,tapi tidak bisa karena nilai tidak mencukupi, jadi saya sadar bahwa masuk sekolah terfavorit itu tidak mudah,jadi saya bertekad untuk belajar sungguh sungguh supaya bisa membanggakan orang tua, dan masuk sekolah terfavorit.   oleh: Bilfuqi ruy al teza   Pada kelas tujuh kemarin waktu libur pondok saya mengikuti Abi berkebun dari pagi sampai siang rasanya sangat melelahkan . dari situ saya merasakan lelah nya orang tua mencari uang. dan dari situ saya terinspirasi tidak menyia nyiakan waktu yang ada di pondok karena orang tua sudah banyak mengeluarkan uang untuk kita dan dari situ saya mulai semangat belajar menghafal di pondok.   oleh: Rahmad zahidin   Ketika saya kelas 6 SD saya bingung mau masuk SMP mana pertamanya saya mau masuk SMP negeri, tetapi kata ibu saya tidak boleh tetapi saya tetap ingin ke sekolah SMP negeri lalu kata ibu saya disuruh mengingat  apa yang dibilang ayah saya sebelum beliau meninggal dan saya ingat apa yang dibilang ayah saya, ayah saya bilang kalau ayah sudah tidak ada rahmat harus sekolah ke pesantren. dan saya mencari pesantren yang cocok untuk saya dan saya menemukan pondok yang cocok untuk saya, yaitu pondok Abi Center.   Waktu saya kecil saya pernah mengalami kejadian yang sangat berkesan bagi saya sendiri. oleh: Hathiful shidqi   Jadi,dulu ketika umur saya sekitar 5 tahun,bunda saya pernah menyuruh abanga saya untuk membelikan sasuatu. karena abang saya akan pergi dengan motor saya waktu itu ingin ikut, tetapi bunda saya melarang hingga saat itu saya menangis nangis tetap ingin ikut, tetapi tetap tidak diizinkan ikut sehingga waktu itu abang saya tertunda untuk pergi sekitar 5 sampai 10 menit. pada akhirnya saya pergi ikut dengan abang saya secara diam diam tanpa sepengetahuan bunda saya, saya sangat senang tetapi ditengah perjalanan terjadi kecelakaan dimana kami berdua di tabrak oleh seseorang yang sedang balap liar disana .saya seketika terhempas dari motor lalu tak sadarkan diri,ketika saya sadar kami telah berada dirumah sakit saat itu hari telah malam. saya mengalami beberapa luka tetapi abang saya lebih parah, ketika kami telah dizin kan pulang saya langsung meminta maaf kepada abang dan bunda saya,karena kalau bukan karena saya kecelakaan itu tidak akan terjadi. semenjak saat itu selalu menaati dan tidak pernah melawan perkataan orang tua saya karena kalau orang tua tidak meridhoi kita maka Allah Pun tidak akan meridhoi kita. Pengalamanku Oleh: Ahsan Nur Fikri Waktu itu saat libur pondok selama satu minggu. aku pulang dijemput oleh ayahku, aku pulang menggunakan kendaraan motor,selama diperjalanan aku menghirup udara segar disertai melihat pemandangan alam seperti bukit berjejeran, gunung marapi dan singgalang, dan hamparan sawah yang luas. aku merasa sangat senang karena sudah melepaskan rasa rindu. dan tak lupa pula aku bersyukur kepada Allah atas nikmat dan rahmat yang telah dilimpahkan oleh nya.   Selama diperjalanan, aku melihat pemandangan matahari terbenam. yang terlihat dari barat, cahaya orange cerah dipantulkan oleh danau. subhanallah sungguh indah pemandangannya, ujarku.   Selama di rumah, aku juga menolong orang tua dirumah seperti membersihkan rumah membersihkan halaman rumah, mencuci piring,serta menjaga warung.   Di rumah,terkadang aku menolong ibu memasak dan aku juga menonton ibu yang lihai memasak.rasa masakan sangat enak,membuat ketagihan untuk memakannya.seperti waktu setelah sholat ashar,hujan deras mengguyur daerah kami hawa dingin mulai terasa dan ibuku membuat mie rebus dengan bumbu racikan sendiri dan setelah itu aku sekeluarga menyantap bersama.rasa gurih,sensasi pedas dan kuah yang hangat.sangat cocok dinikmati saat hujan.   Aku juga ikut bersama ayah ku pergi ke keramba ikan yang berada di danau.aku merasa sangat senang.dan saat hari sabtu sebelum hari kedatangan aku pergi ke SDN lama ku.aku bersalaman dengan guru guru yang ada di sana aku tidak masuk ke kelas enam karena malu.tetapi aku meminta tolong kepada guru ku dan memberikan brosur nya.   Aku mendapat kan hikmah selama libur seminggu. yaitu selalu bersyukur atas rahmat dan nikmat yang telah dilimpahkan oleh Allah. lalu menolong orang tua. karena orang tua telah berusaha mencari nafkah. dan jangan lupa di bersilaturahmi agar hubungan baik tetap terjaga.   Oleh: Ahmad Fahri Pada Saat Tamat Kelas Enam SD Pada saat tamat kelas enam saya berpikir dimanakah saya ingin sekolah tingkat SMP dan saya menemukan satu pondok yang bernama Abi Center da saya coba bilang ke orang tua saya untuk mendaftar di Abi Center. dan pada minggu depan saya langsung mencari di mana alamat Abi Center dengan orang tua saya dan pada saat itu saya bertanya kepada teman saya di mana sekolah dan dia menjawab Abi Center, di situlah saya semakin semangat masuk pondok dan setelah mendaftar saya berubah pikiran untuk sekolah di SMP saja. dan saya berpikir duit orang tua saya sudah habis untuk mendaftar kan saya di Abi Center. terpaksa saya masuk ke pondok Abi Center dan satu minggu di pondok rasa nya sangat tidak menyenang kan karena teringat orang tua teman. teman di rumah dan saya menemukan teman dekat rumah saja dan saya bermain dengan nya sambil mencari teman baru yang lain nya dan setelah mendapat kan teman baru saya merasa senang. pada saat berjalan nya waktu saya pun merasa nyaman dan betah di pondok karena saya mendapat kan banyak teman baru dan seiring nya waktu tidak terasa saya sudah kelas delapan atau kelas dua SMP dan saya pun semakin percaya diri untuk melanjutkan belajar di pondok pesantren Abi Center dan sesekali saya masih teringat orang tua dan teman teman saya di rumah tapi mau gimana saya tetap harus melanjutkan belajar di pondok.   Oleh : Hasif Dayyan Wihendra Dari Bosan Jadi Nyaman Dulu saat awal saya masuk pondok saya sangat bersemangat karena saya berfikir jika di pondok akan mempunyai banyak teman dan bisa bebas melakukan apa saja dan kapan saja yang saya inginkan, namun saya tidak bisa melakukan itu karena di pondok kita diatur, dibina dan diarahkan dan banyak sekali peraturan yang membuat saya merasa tidak bisa melakukan apa yang saya ingin lakukan, oleh karena itu selang beberapa minggu di pondok saya merasa sangat bosan dan sangat jenuh karena hal itu saya memiliki keinginan untuk pindah sekolah saat saya ingin memberitahu orang tau saya, saya tidak berani mengatakan nya karena saya takut jika akan kena marah saya lebih memendamnya sendiri, lalu beberapa bulan kemudian saya sudah merasa nyaman  saat di pondok itu semua karena motivasi dan nasehat dari orang tua, keluarga dan saudara lalu saya berpikir mau punya cita-cita apa yang  lalu pada suatu hari ada seminar-seminar santri pondok mendunia yang diadakan di Masjid Darul ‘Ulum yang mengundang seorang duta luar negri yang bernama Abdullah El Habib, lalu saat ia menceritakan kisah hidupnya bagaimana cara menjadi Duta, saya pun terinspirasi ingin menjadi Duta sejak saat itu belajar lebih rajin dan giat agar bisa membanggakan orang tua, keluarga, kerabat, agama, nusa dan bangsa.   Oleh:Shahibul ihsan kisah hidup Saya Ihsan saya waktu mau masuk pondok saya sangat semangat untuk masuk pondok saya pun ingin masuk pondok karena abang saya yang dimana dia sangat sukses saat dia sudah tamat, yang dimana pondoknya itu mendahulukan tahfidz, adab, ekskul,dan lainnya. nama pondoknya Nurul Yaqin dan saya pun berpikir kenapa abang saya sukses menjadi bos muda dan umurnya 23 saya pun iri ketika melihat abang saya yang sangat sukses itu, dia menghampiri saya dia bilang “Dima bisuak ko nyambuang” dan saya menjawab “wak nio masuak ka pondok bang” dan dia bertanya “pondok nyo dima?” dan saya bilang di pondok Nurul Yaqin tempat dimana abang saya mondok dan abang menjawab “ ndak usah di tampek bang tampek nyo urang mada “ dan saya pun bilang ke orang tua saya dan saya pun bilang ke orang tua saya “ ma ihsan mau masuk pondok orang tua saya bilang boleh, dan saat saya pulang sekolah SD orang tau saya bilang “ Ihsan masuk pondok  di ABI Center saja “ saya pun sangat senang dan saya berpikir saya mau mempunyai banyak teman dan saat saya baru masuk, saya sangat senang karena saya mondok bersama teman SD saya yaitu Hadil dan Bayyan, saya awalnya biasa biasa saja, tapi beberapa minggu kemudian merasakan yang rasanya sangat Rindu terhadap orang tua, saya sangat sedih, saya pun rasanya ingin menangis dan esok hari nya orang tua saya pun pergi untuk menjenguk saya dan membawakan bekal dan makanan dari itulah saya merasakan ini rasanya menjadi santri yang ditekankan untuk menuntut ilmu dan adab, saya pun belajar dari mondok, ini kadang kita yang butuh yang namanya pelajaran dan apa yang kita alami di pondok ini adalah pelajaran atau nasehat .   Oleh : Akhdan Fathani Hal yang menginspirasi saya Di suatu hari yang cerah kami berada didalam kelas, guru didalam kelas kami bertanya tentang sekolah yang mau kita sambung, saya dan teman saya Riko mau nyambung sekolah yang bagus, terus kami menertawakannya, terus kami berbicara “ hai Riko kamu nggak akan masuk sekolah itu kamu kan bodoh “. Terus Riko menjawab “ biarin saja saya akan berusa untuk mendapat kan nilai yang tinggi “. Terus kami tertawa mendengarnya, setahun kemudian saat menerima rapor akhir, nilai yang tinggi dikelas ialah Riko terus kami kaget, terus kami bilang kepada kepada Riko “ hai Riko kenapa nilai kamu tinggi kamu mencontek ya “ , Riko menjawab “ saya tidak pernah mencontek “, terus Riko diterima di sekolah yang bagus terus Riko pun saya dan teman-teman saya mulai belajar bersungguh-sungguh.
Tags :

Uncategorized

Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Have Any Question?

Do not hesitage to give us a call. We are an expert team and we are happy to talk to you.