
Memasuki hari kedua rangkaian persiapan Tahun Ajaran 2026/2027 Semester Ganjil, tepatnya tanggal Kamis, 9 Juli 2026 Pondok Pesantren ABI Center kembali menggelar rapat koordinasi yang mempertemukan Direktur bersama seluruh guru, pengasuh, dan karyawan. Bertempat di ruang guru, pertemuan berlangsung dengan suasana yang khidmat, penuh konsentrasi, serta diikuti oleh seluruh peserta dengan kesungguhan.
Pertemuan ini bukan sekadar agenda penyampaian informasi, melainkan menjadi momentum menyatukan visi dan komitmen seluruh tenaga pendidik serta tenaga kependidikan dalam menyongsong tahun ajaran baru. Setiap poin yang disampaikan diharapkan dapat dipahami, diindahkan, dan dijalankan dengan penuh keikhlasan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap amanah mendidik generasi Islam yang beradab. Menegaskan bahwa kualitas murid tidak akan pernah terlepas dari kualitas guru yang membimbingnya. Sebuah ungkapan mengatakan, “Jika ingin memberikan cahaya kepada orang lain, maka diri kita terlebih dahulu harus menjadi terang.” Filosofi inilah yang menjadi pengingat bahwa sebelum mendisiplinkan murid, guru terlebih dahulu harus menjadi teladan dalam kedisiplinan, akhlak, serta tanggung jawab.
Keteladanan dimulai dari hal-hal sederhana, seperti berpakaian sesuai ketentuan pondok, menjaga tutur kata, menghormati aturan, hadir tepat waktu, serta melaksanakan setiap amanah dengan penuh tanggung jawab. Guru bukan hanya pengajar di dalam kelas, tetapi juga figur yang setiap gerak-geriknya akan menjadi contoh bagi murid.
Disadari bahwa menjalankan budaya disiplin di lingkungan pondok merupakan tantangan tersendiri. Kebiasaan yang berlaku di masyarakat tidak selalu sejalan dengan budaya pendidikan yang dibangun di ABI Center. Setiap individu memang memiliki latar belakang, kebiasaan, dan gaya hidup yang berbeda. Namun ketika telah menjadi bagian dari sebuah lembaga pendidikan, seluruh guru, pengasuh, dan karyawan memiliki tanggung jawab untuk menaati aturan yang telah disepakati bersama sebagai bentuk profesionalisme dan komitmen terhadap lembaga.
Sebagai lembaga pendidikan Islam, ABI Center menerapkan tata tertib yang berlaku bagi seluruh unsur pondok tanpa membedakan jabatan maupun unit kerja. Setiap pelanggaran akan melalui tahapan pembinaan, mulai dari teguran lisan, surat peringatan bertingkat, hingga pemberhentian apabila pelanggaran terus berulang atau termasuk pelanggaran berat. Kebijakan ini diterapkan bukan untuk menghukum, melainkan sebagai upaya menjaga budaya disiplin dan kualitas pendidikan di lingkungan pondok.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan kembali acuan perilaku seluruh guru, pengasuh, dan pegawai yang berlandaskan pada 5 Pilar ABI Center, kedisiplinan, tata tertib, tata berbusana, serta prosedur perizinan yang menjadi budaya kerja di lingkungan pondok.
Salah satu materi yang mendapat perhatian khusus adalah mekanisme perizinan, cuti, dan pengunduran diri. Sosialisasi ini bertujuan agar seluruh guru dan karyawan memahami prosedur administrasi yang berlaku sehingga setiap bentuk perizinan dapat dilakukan secara tertib, bertanggung jawab, dan sesuai ketentuan pondok. Berbagai bentuk izin, seperti izin karena duka, sakit, melahirkan, pernikahan, dinas luar, maupun keperluan lainnya dijelaskan beserta persyaratan administrasinya.
Juga menegaskan bahwa selama jam kerja, guru maupun karyawan tidak diperkenankan meninggalkan lingkungan pondok tanpa mengikuti prosedur perizinan yang berlaku. Setiap izin keluar harus diajukan melalui administrasi sesuai mekanisme yang telah ditetapkan, memperoleh persetujuan dari atasan yang berwenang, kemudian dicatat dalam administrasi perizinan. Ketertiban administrasi masih terus dibangun di ABI Center.
Pembahasan berikutnya berkaitan dengan etika berpakaian. Seluruh guru dan karyawan diharapkan mengenakan pakaian yang sopan, longgar, serta sesuai dengan syariat dan ketentuan pondok. Khusus bagi guru dan karyawan putri diwajibkan menggunakan baju potongan basiba, khimar lilit (mudhawarah) sesuai ketentuan pondok, serta mengenakan tanda pengenal selama berada di lingkungan kerja. Sementara guru putra juga mengikuti ketentuan seragam yang telah ditetapkan. Seluruh aturan tersebut bertujuan membangun identitas, profesionalisme, dan keteladanan untuk murid.
Lebih dari sekadar aturan administratif, seluruh kebijakan yang diterapkan di ABI Center diharapkan dijalankan dengan hati yang lapang, penuh keikhlasan, semangat musyawarah, serta saling menguatkan antar sesama guru dan karyawan. Dengan kepala yang dingin dan komunikasi yang baik, seluruh yang terlibat di pondok diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang damai, harmonis, dan produktif.
Semangat tersebut senantiasa diperkuat melalui program rutin Hari ABI yang diasuh langsung oleh Abi Hamdi setiap hari Sabtu. Dalam program ini, Abi Hamdi menyampaikan nasihat-nasihat kehidupan, memberikan penguatan ruhiyah, serta membuka ruang dialog bagi guru maupun murid yang ingin bertanya mengenai berbagai persoalan kehidupan. Hari ABI bukan hanya menjadi wadah pembinaan karakter, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah, memperkokoh silaturahmi, serta menguatkan hubungan seluruh keluarga besar ABI Center dengan Allah SWT.
Melalui pembinaan yang berkesinambungan, ABI Center berharap seluruh guru, pengasuh, dan karyawan tidak hanya menjadi tenaga pendidik yang profesional, tetapi juga pribadi yang berakhlak mulia, berintegritas, serta mampu menjadi teladan terbaik bagi setiap murid. Sebab pendidikan yang bermutu selalu dimulai dari pendidik yang berkarakter, dan karakter yang kuat akan melahirkan generasi yang siap menjadi pemimpin peradaban di masa depan.
Leave a Reply