Cerita Bersambung “Yang Tak Pernah Terdata” Chapter 3

Uncategorized

Penulis: Audrey Muttaqiya Noya Chapter 3   Jam menunjukkan pukul 11:45, sudah 2 jam Marie berada diatas mobil. Setelah mimpi yang aneh itu, Marie berniat untuk mendatangi Pondok Pesantren H. Hendri, jaraknya cukup jauh dari rumah Marie. Selama perjalanan Marie tak bisa tidur. Ia memikirkan bagaimana cara nya untuk mengungkap misteri pembunuhan ini. Krrrrk…. Krrrk….. Mobil berhenti, menandakan bahwa ia sudah sampai di pondok H.Hendri. Pondok ini megah, banyak orang yang berminat untuk bersekolah disini. Namun, orang-orang tersebut tak mengetahui sisi gelap dari pondok ini. Ya, ini lah misi Marie, mengungkap betapa gelapnya pondok ini.   Setibanya di pondok, ia segera izin dan pergi ke ruang pemimpin. “ Tok-tok-tok.” Marie mengetuk pintu ruangan pemimpin pondok itu. Tiba-tiba seorang ustadz menghampiri Marie, “ Ada apa buk?” tanya pria itu.   “ Saya ingin mencari kyai Hendri, apa ada?” tanya Marie to the point. Dengan raut muka yang sedih, usatdz itu menjawab “ Beliau sudah tidak ada lagi, jadi kepemimpinan di serahkan kepada gus Alex.”   Alex? Itu bukannya nama pemimpin tempat Sindy bekerja? ternyata benar ini memang ada hubungannya dengan Alex, dan… Gus Alex? dia… anaknya kyai Hendri? pikiran ini melayang-layang di benak Marie.   “Tak apa, Alex saja.” ucap Marie tak sabar mengetahui titik kebenaran dari kasus ini. “Baiklah, silahkan masuk.” jawab ustadz itu memberi izin.   Ting-ting, lonceng di pintu berbunyi, menandakan bahwa Marie sudah masuk.   “Hai? Alex? bertemu lagi kita.” sapa Marie kepada Alex. Tak ada jawaban dari Alex. Marie mendekati kursi duduk pemimpin.   Kosong.   Kursi itu kosong. Ini kesempatan yang besar, Marie akan melihat-lihat dokumen-dokumen yang ada disini. Hingga saat ia sampai di dekat rak-rak, Marie membuka salah satu laci yang menurutnya menonjol. Laci itu bertanda kertas bertulisan “Penting.” di luarnya.   Srrrk…..   Laci itu bersuara.   “Hmm, sepertinya laci ini sudah lama tidak di buka.” Monolog Marie. Ia melihat tiap dokumen yang ada. Hingga ia mendapatkan sebuah dokumen berjudul “ Ritual pembangkit ‘ Sindy ’.” Ia membuka berkas tersebut. Banyak kertas-kertas disana, semuanya berkaitan dengan kasus yang tengah di tangani Marie.   Ia mengambil semua berkas itu sebagai bukti kejahatan pondok ini, ia juga mendapatkan sebuah tulisan tentang pembunuhan Lily yang menyamar sebagai Sindy ini. Disana tertulis bahwa Lily di bunuh karena telah melanggar janji-janji yang telah disepakatinya bersama Hendri. Flashback On   “Halo ALex. Ini saya Lily yang ditugaskan ayah anda, Ustadz Hendri untuk menyamar sebagai Sindy. Sudah lama saya menyamar, hal ini memberatkan saya, jadi saya meminta untuk menghentikan penyamaran ini, saya ingin kembali menjadi Lily yang biasa. Apakah bisa?” Tanya Lily melalui telepon itu. “Lhoo gak bisa dong mbak Lily, jika misi ini tidak diselesaikan, maka nama baik ayah saya dan pondok akan rusak, coba mbak pertimbangkan dulu.” Jawab Alex dari telepon itu dengan nada yang tingi. “Kenapa anda malah maksa?! jadi saya menyamar ini hanya untuk memenuhi keinginan kalian? membuat orang-orang berminat untuk ke pondok pesantren itu?! kalian tidak bisa merebut hak saya, selama ini saya sudah sangat terbebani, saya merasa terikat dengan misi ini, jika tak anda perbolehkan, maka saya sendiri yang membongkarnya.’   Tit…   Telepon di matikan. Marie segera membuka facebook untuk mem-publish nya. Namun, Alex lebih cerdas dari pada itu. Ia mengambil sebuah jalan, sebuah jalan yang salah.   Malam itu, ia pergi ke kosnya Lily. Ia membobolnya lalu masuk. Di malam itu ia mendapati Lily yang tengah bermain handphone. Alex mengeluarkan pisau dari saku sweaternya. Dengan sigap menyerang Lily dari belakang. Ia menyerang tanpa ampun dan setelah itu ia mencekik Lily hingga nafas terakhirnya.   Setelah kejadian menganaskan itu, Alex membersihkan semua jejak-jejak nya dan dia juga sudah menyiapkan kunci cadangan. Sehingga kejadian itu di buat seperti bunuh diri.   Flashback Off   Dug….   Mengetahui hal itu, Marie langsung bersiap-siap dengan menelpon polisi untuk menangkap Alex.   Polisi tiba, kini semua sudah berada pada posisi masing-masing, semua sudah siap tinggal menunggu si tikus masuk ke perangkap.   Pintu terbuka, sosok laki-laki berada di sana. Semua senjata polisi mengarah kepadanya.   “ T-tunggu, ada apa ini?” tanya Alex kebingungan. “ Kau tak perlu membuat drama lagi gus Alex.” ucap Marie dengan tegas. “ A-apa ini? k-kenapa kau bisa tau?” “ Kau tak perlu tau Alex, kejahatanmu sudah terbongkar, dasar pembunuh, ayo tangkap dia.” ucap Marie. “ Eh, tung-tunggu kenapa? kenapa?!!” Alex memberontak, tak terima saat polisi membawanya.”   Sejak saat itu, pondok itu bangkrut. Semuanya sudah terbongkar, tak ada lagi hal-hal yang membebani Lily. Ia tenang di atas sana, semuanya hancur, peminat pondok itu sudah tak ada. Tentu saja itu semua karena ulah mereka sendiri, dan juga sejak itu banyak orang yang berminat untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan rumit kepada Marie. -Selesai- Stay Tuned di Kisah Baru Lainnya!
Tags :

Uncategorized

Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Have Any Question?

Do not hesitage to give us a call. We are an expert team and we are happy to talk to you.