Cerbung “Kanvas Roti Coklat” Chapter 1

Uncategorized

Penulis: Julia Parawansa Capther 1   Pagi itu di Pondok Pesantren ABI Center, semua Putra memasuki ke kelas masing-masing dengan semangat baru. Wali kelas memasuki kelas untuk memberikan arahan kepada murid-muridnya. Ustadz Hendriko         : Sebelum kita bahas mata Pelajaran, Setelah libur selama satu bulan ini, bagaimana kabarnya ananda? Kelas IX A                    : Alhamdulillah sehat ustadz Ustadz Hendriko         : Alhamdulillah syukurlah kalau begitu, jadi sekarang Ustadz sebagai wali kelas antum di kelas IX A ini, harapannya semoga antum semakin tekun karena sekarang tahun terakhir dan tahun penentu antum akan lulus atau tidaknya dari Pondok Pesantren ABI Center ini. Ustadz akan ambil Absen, jika namanya tersebut, silahkan acungkan tangannya. Ahmad Jizan? Jizan                            : Hadir Ustadz. Ustadz Hendriko         : Angga Putra? Angga                         : Hadir Ustadz.   Mendengar nama itu Jizan sedang duduk paling depan menoleh ke belakang, kepada Angga, tahun ini dia sekelas dengan Angga, dia tidak pernah menyangka hal ini akan terjadi, dia senang namun sekelabat kenangan antara Jizan dan Angga berputar dengan cepat dikepala Jizan.   Flashback On Pada hari itu kelas 1 SMP Angga mengikuti lomba melukis, Ketika pulang dia membawa sebuah piala yang dia peroleh dari lomba tersebut. Jizan                : Antum menang? Serius? Angga              : Iya, Juara satu Zan, keren ana kan? Jizan                : Maa syaa Allah Ga, keren sekali, sini ana mau lihat piala antum Angga              : Jangan lama-lama, nanti antum bawa lari. Jizan                : Pelit sekali antum, ga mungkin ana bawa lari. Angga              : Lomba selanjutnya penentuan, kalau ana menang juara 1 lagi, ana bisa ke Tingkat nasional, mewakili ABI Center Zan. Jizan                : Maa syaa Allah, aamiin, Ana doakan semoga antum bisa menang lagi Ga. Tapi kalau sudah menang terus nama antum terkenal, awas ya! Jangan sampai lupakan ana yo! Angga              : Tak mungkin lah, Antum kan sahabat ana, ada-ada saja antum ni, bawa sini piala ana, nanti lecet. Jizan                : Tengil sekali antum! Nih! Simpan jauh-jauh! Flashback Off   Kembali ke kelas IX A. Angga kini melihat ke arah Jizan, kemudian mengalihkan pandanganya dari Jizan, wajah terkejut dan kebencian sangat tampak dari Angga, sementara Jizan masih melihat dengan tatapan senang, hal itu membuat Jizan mengurungkan niatnya untuk menyapa Angga. Dua jam pelajaran telah selesai, Putra kelas IX A meninggalkan kelasnya menuju ke toserba untuk mengisi perutnya yang lapar. Angga melihat Jizan sedang menunggunya didepan pintu, hal itu membuat Angga mengelak dan menjauhi Jizan. Karena menyadari hal itu Jizan justru menyusuli Angga. Jizan                : Angga! Tunggu sebentar, ana mau bicara sama antum. Angga              : Ana ndak mau bicara dengan antum, pergi antum sana, ganggu saja! Jizan                : Kita sekelas lagi Ga, ana senang sekali, jadi ada kesempatan bisa bicara dengan antum nanti dikelas, ada yang mau ana sampaikan. Angga              : Nanti ana mau ajukan pindah kelas sam buk Ami, karena ana ndak mau berurusan sama antum lagi! Jizan                : Angga… Jizan menyadari bahwa teman lamanya sewaktu kelas 7 itu sudah benar-benar benci dengan dia, menutup pintu maaf, dan tidak ingin berteman lagi. Namun Jizan akan semakin merasa bersalah jika tidak menyelesaikan kesalahpahaman ini kepada Angga, dua tahun sudah dia hanya memilih diam dan mengelak dari Angga. Sudah masuk tahun terakhir, Jizan bertekad sebelum tamat dari ABI Center akan berdamai, atau sekurangnya meskipun tidak bisa berteman lagi dengan Angga, permintaan maafnya diterima oleh Angga. Jizan                : Ga. Ini ana belikan roti, antum biasanya suka rasa coklat. Angga              : Ana ga suka roti coklat. Jizan                : Iya? Bukannya_ Angga              : Pergilah antum! Jizan                : Atau antum haus? Biar ana belikan_ Angga              : Dak usah, pergilah, ana ndak butuh. Kian                 : Eh? Seingat ana, kalian dulu sahabat lah! Kemana-mana berdua, kenapa sekarang seperti Tom and Jerry? Kelas 7 Semester 2 ana lihat kalian dak pernah berteman lagi, sekarang malah musuhan, apalah kalian ini? Angga, Sejak kapan antum tak suka roti coklat? Angga              : Ana ga suka roti kalau dia yang kasih, pergilah antum, ganggu ana saja! Jizan                : Ana tinggal disini, anggap aja bukan dari ana. Kian                 : Sudahlah Ga, tapi tadi antum bilang roti coklat di toserba habis, itu sudah didepan mata antum kenapa ditolak, nanti lapar. Angga              : Mending ana kelaparan daripada makan pemberian orang seperti dia. (Angga membuang roti itu ke tong sampah) Kian                 : Astagfirullah Ga. Mending kasih ke ana daripada mubazir, kata Abi, mubazir itu kebiasaan Syaiton, lupa antum? Jizan terlihat sedih namun hanya memilih diam, sementara Angga disibukkan dengan membaca bukunya, melihat koleksi karangan pelukis terkenal di dunia, dia sangat menyukai perpaduan warna yang diciptakan oleh pelukis-pelukis abstrak. Angga teralihkan dengan Jizan karena buku itu, sementara Kian hanya memiliki tanda tanya besar tentang apa yang terjadi dengan Angga dan Jizan hingga sampai Angga benci kepada Jizan. Sekelas merasakan hal itu, namun tidak ada yang ingin ikut campur karena takut menambah keruh suasana.   Flashback On Pada hari itu Jizan menyerobot masuk kedalam toserba, sempit dan pengap karena keadaan kala itu musim panas, tangannya menggapai roti disebuah rak, puluhan tangan lainnya juga ikut menggapai, berebut sengit, setiap yang ingin mengambil itu dalam keadaan lapar, tidak butuh waktu beberapa detik, roti itu telah habis, Jizan keluar membawa dua roti, lalu menuju kasir untuk membayar jajanannya. Namun Ketika hendak keluar, dia melihat seseorang yang tampak juga lapar, namun dia hanya menatap rak roti yang kosong tadi, melihat hal itu Jizan mendekati orang itu. Jizan                : Afwan, antum berniat beli roti coklat itu? Angga              : Iya, tapi sudah habis, apa hendak dikata lagi? Jizan                : Roti lain kan ada? Angga              : Ana cuma suka rasa coklat. Jizan                : Ini (Jizan menyodorkan roti coklat itu) Angga              : Antum gimana? Jizan                : Alhamdulillah ana ada satu lagi (dia melihatkan kresek jajannya) Angga              : Ini, uangnya. Jizan                : Tak usah, makan saja. Angga              : Eh! Emang antum orang kaya? Bagi-bagi makanan gratis. Jizan                : Meski ana bukan orang kaya, tapi kasih satu roti ini ndak bikin uang ana habis juga. Angga              : Syukron_ eh nama antum siapa? Jizan                : Nama ana Jizan. Angga              : Na`am, nama ana Angga. Syukron rotinya Jizan, kapan-kapan ana traktir antum di toserba. Jizan                : Afwan, boleh-boleh, jajankan ana yang banyak ya, hahahaha. Angga              : Hahahaha, na`am.             Flashback Off  
Tags :

Uncategorized

Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Have Any Question?

Do not hesitage to give us a call. We are an expert team and we are happy to talk to you.