Bukareh, Sumatera Barat, Kabar membanggakan datang dari Pondok Pesantren ABI Center. Tiga orang muridnya berhasil lolos sebagai perwakilan Provinsi Sumatera Barat dalam ajang Duta Desa dan Kampung Wisata Indonesia (DDKWI) yang diselenggarakan oleh Himpunan Penggerak Wisata Indonesia (HPWI). Ketiganya bahkan berhasil masuk dalam jajaran 38 finalis terbaik dan berhak melanjutkan kompetisi ke tahap nasional.
Pengumuman kelulusan tersebut disampaikan pada Selasa, 3 November 2026. Ketiga murid tersebut adalah Azizah Farah Fadhillah, Chikal Ratanca Awdi, dan Syifa Naila Maulida. Mereka merupakan murid kelas XII Pondok Pesantren ABI Center dari jenjang Sekolah Calon Ulama (SCU) dan SMA IT. Dalam ajang ini, masing-masing peserta mengangkat potensi nagari di Kabupaten Agam. Azizah memilih Nagari Lawang, Chikal mengangkat Nagari Kamang, sedangkan Syifa memperkenalkan Nagari Matur. Ketiganya memiliki kekayaan alam, budaya, dan cerita masyarakat yang menjadi daya tarik tersendiri.
Azizah Farah Fadhillah, murid kelas XII Sekolah Calon Ulama, mengangkat Nagari Lawang yang dikenal dengan panorama Puncak Lawang dan keindahan Danau Maninjau. Namun, Lawang bukan hanya tentang pemandangan alam. Tradisi, kehidupan masyarakat, serta potensi ekonomi kreatif juga menjadi bagian dari kekayaan nagari yang ingin diperkenalkannya.
Sementara itu, Chikal Ratanca Awdi memilih Nagari Kamang. Murid kelas XII Sekolah Calon Ulama ini ingin memperkenalkan kekayaan alam, sejarah perjuangan, dan budaya Minangkabau yang masih melekat dalam kehidupan masyarakatnya. Kamang memiliki cerita sejarah dan identitas masyarakat yang menarik untuk dikenal, terutama oleh generasi muda.
Adapun Syifa Naila Maulida, murid kelas XII SMA IT ABI Center, mengangkat Nagari Matur. Daerah yang dikenal dengan udara sejuk dan hamparan perkebunan hijau ini menyimpan beragam potensi wisata. Keindahan alam, tradisi masyarakat, kuliner khas, hingga kehidupan sosial warga menjadi bagian yang ingin diperkenalkan Syifa kepada masyarakat luas.
Untuk mencapai tahap ini, ketiganya telah melalui proses seleksi yang cukup panjang. Mereka tidak hanya mengandalkan informasi dari internet, tetapi turun langsung mengunjungi nagari yang masing-masing diangkat.
Dalam kunjungan tersebut, mereka melakukan survei, mengenali potensi wisata, berkomunikasi dengan masyarakat, serta menggali informasi mengenai adat, budaya, sejarah, dan kehidupan warga setempat. Pengalaman itu kemudian dituangkan dalam sebuah video dokumenter yang menggambarkan keunikan dan potensi wisata setiap nagari.
Melalui video tersebut, mereka tidak sekadar menampilkan tempat-tempat wisata, tetapi juga berusaha menghadirkan cerita di balik keindahan daerah, termasuk kehidupan masyarakat dan budaya yang masih dijaga hingga sekarang.
Setelah proses pembuatan dan pengumpulan video dokumenter, para peserta mengikuti tahapan seleksi. Sebanyak 104 peserta dinyatakan lolos untuk melanjutkan ke tahap wawancara secara daring. Pada tahap ini, mereka berhadapan langsung dengan dewan juri yang ditetapkan panitia. Salah satu juri yang terlibat adalah Puteri Indonesia 2022. Dalam sesi wawancara, peserta dinilai berdasarkan pengetahuan, wawasan, kemampuan berkomunikasi, serta pemahaman terhadap potensi daerah yang mereka angkat.
Setelah melewati tahapan tersebut, kabar baik akhirnya diterima keluarga besar ABI Center. Azizah, Chikal, dan Syifa dinyatakan lolos sebagai bagian dari 38 finalis terbaik Duta Desa dan Kampung Wisata Indonesia. Selanjutnya, seluruh finalis dijadwalkan mengikuti National Camp di Jakarta pada 18–22 November 2026. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk memperluas wawasan, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi tahapan nasional berikutnya.
Keberhasilan ketiga murid ini mendapat dukungan penuh dari Pimpinan Pondok dan seluruh keluarga besar Pondok Pesantren ABI Center. Pihak pondok memandang kegiatan ini sebagai kesempatan berharga bagi murid untuk mengembangkan potensi diri, menambah pengalaman, dan belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Di balik dukungan tersebut, Pimpinan Pondok juga menyampaikan pesan khusus kepada ketiganya agar tidak melupakan identitas sebagai murid ABI Center. Apa pun proses dan hasil yang nantinya mereka peroleh, nilai-nilai pondok harus tetap dijaga. Pesan tersebut mencakup pentingnya menjaga adab, sikap, tutur kata, dan cara berinteraksi dengan orang lain. Mengikuti kegiatan di luar pesantren bukan berarti meninggalkan nilai-nilai yang selama ini dipelajari. Justru di mana pun berada, seorang santri diharapkan mampu menunjukkan karakter dan kepribadian yang telah dibentuk melalui pendidikan pesantren.
Bagi ABI Center, kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga ruang belajar bagi murid untuk mengenal masyarakat, menggali potensi daerah, dan mengembangkan keberanian untuk tampil serta berkarya. Pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di tengah kehidupan masyarakat.
Lawang dengan panorama Puncak Lawang dan Danau Maninjau, Kamang dengan sejarah perjuangan dan kekayaan budayanya, serta Matur dengan alam yang sejuk dan kehidupan masyarakat yang masih lekat dengan adat Minangkabau. Ketiganya memiliki keunikan yang layak diperkenalkan lebih luas.
Melalui ajang Duta Desa dan Kampung Wisata Indonesia, Azizah, Chikal, dan Syifa ingin menunjukkan bahwa sebuah nagari bukan hanya memiliki tempat wisata untuk dikunjungi, tetapi juga menyimpan cerita, tradisi, dan kearifan lokal yang patut dijaga.
Kini, ketiganya bersiap melanjutkan perjalanan menuju National Camp di Jakarta dengan membawa nama Sumatera Barat, Kabupaten Agam, dan Pondok Pesantren ABI Center. Harapannya, pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi ketiganya, tetapi juga menginspirasi murid lainnya untuk berani mengenali potensi daerah, berkarya, dan mengambil bagian dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia.
Dari Lawang, Kamang, dan Matur, tiga santri ABI Center membawa cerita tentang alam, budaya, dan kehidupan masyarakat Ranah Minang. Dari nagari, mereka melangkah untuk memperkenalkan pesona Sumatera Barat kepada Indonesia.

Leave a Reply