
Pada Jumat tanggal 12 September 2024, tepatnya dua tahun silam, Abi memberikan nasehat mendalam kepada seluruh karyawan pada sebuah acara pertemuan khusus keluarag ABI Center, mulai dari guru, pengasuh, karywan, tata usaha, tenaga kebersiha, dll nya, “Sebelum diciptakan langit dan bumi, 50.000 tahun yang lalu maka sudah ditulis, usia 4 bulan ditiupkan kepada ruh dengan qada itu. Tidak akan meninggal sebelum habis rezekinya, Allah tau yang tidak kita ketahui itu. Muallaq adalah sebuah usaha, semua dicoba dengan usaha, usaha itu perintah dari Allah, Allah tau usaha kita, namun yang menentukan bukan usaha tapi ketentuan Allah, ada sesuatu yang diluar nalar, semuanya memiliki pasangan, kecuali Allah. Agama terlebih dahulu, lalu pandai masak, melayani suami, menafkahi, bertanggung jawab, bahasa kepada pasangan. Saat dijodohkan, tapi mendatangkan mudharat, maka jika mematuhi tidak ada yang bisa dijalani nanti, carilah yang terbaik. Namun jika agamanya baik, orang tuanya shaleh/shalehah maka pasti memilih yang terbaik, karena masalah cinta yang asli adalah ketika setelah menikah, karena sebelum menikah maka itu hawa nafsu. Pandailah membeda-bedakannya, jodoh itu satu, yang banyak itu suami/isteri, cerai boleh, minta cerai boleh, suatu hal yang halal tapi Allah membencinya adalah perceraian, namun jika memang pilihannya cerai, lepaskan secara baik. Yang putus ikatan suami dan isteri, namun tanggung jawab tidak putus, kalau perempuan yang meminta cerai, maka kembalikan mahar, namun jika laki-laki yang meminta cerai maka bayar denda iwad. Kalau jodoh itu pasti, kenapa ada yang menunggu lama? Maka kesimpulannya adalah jodoh datang diwaktu yang tepat. Meski jodoh namun belum waktunya namun sudah bertemu maka itu belum jodoh. Jodoh itu bertemu pada segala keserasian.” Ucap Abi dalam nasehatnya.
Leave a Reply