Suasana di Pondok ABI Center pagi itu terasa berbeda. Setelah masa liburan yang cukup panjang, para murid kembali pulang ke rumah kedua mereka, kembali usai Idulfitri 1447 H dengan semangat baru. Sejak pukul 08.00 WIB, satu per satu murid mulai berdatangan, disambut hangat oleh para Ustadz/ Ustadzah. Ada senyum rindu, pelukan orang tua, hingga pandangan mata penuh semangat dari murid yang bersiap memulai lembaran baru dalam perjalanannya menuntut ilmu.
Puncak keramaian terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Halaman pondok dipenuhi kendaraan orang tua, koper dan tas besar bertumpuk di sudut-sudut area, serta suara riuh para murid yang saling memanggil teman lamanya. Murid-murid yang sudah datang sedari tadi tampak sigap membantu, laluproses registrasi yang terjadi antrian. Meskipun padat, semuanya berlangsung tertib dan hangat. Hingga menjelang pukul 17.30 WIB, suasana mulai mereda. Para murid telah menempati kamar masing-masing, para orang tua mulai berpamitan, dan halaman pondok kembali lapang. Yang tersisa hanyalah suara pengumuman agar seluruh murid segera mempersiapkan diri untuk shalat maghrib, serta langkah-langkah kecil menuju asrama, pertanda awal dari babak baru di tahun pelajaran ini.
Momen kembalinya para murid bukan hanya soal rutinitas akademik, tetapi lebih dalam dari itu, merupakan perjalanan spiritual dan emosional yang menyatukan banyak pihak dalam satu cita-cita besar: mencetak generasi yang beradab dan cerdas. Kegiatan parenting menjadi benang merah antara rumah dan pondok. Di sinilah orang tua dan guru duduk bersama, saling memahami tantangan masing-masing, dan berkomitmen untuk mendidik anak dengan cinta, keteladanan, dan motivasi.



Leave a Reply