Cerbung “Last Mission” Chapter 1

Uncategorized

Penulis: Ahmad Rizaldi Wira Yuda Capther 1   Tahun 2087 peradaban manusia sudah sangat maju, berbagai bidang infrastruktur seperti militer, pertanian dan masih banyak lagi, kota Alpherion adalah salah satu kota termaju dalam peradaban manusia. Di jalanan kota yang sibuk melihat seorang pemuda yang mengebut dengan motor terbangnya.   Polisi    : 1.878km/jam. Apa? Berhenti!!   Tapi pemuda tersebut tidak mengindahkan hal tersebut. Polisi Pun memacu kendaraannya sampai mendahului pemuda tersebut dan segera mengaktifkan pelindung untuk mengurung pemuda itu.   Polisi    : Kau tidak akan bisa keluar dan menyerahlah!   Pemuda yang mendengarkan itu segera mengeluarkan pedang listrik dan menghancurkan pelindung serta menebas mobil polisi itu. Setelah melakukan itu sang pemuda langsung pergi dari sana, setelah mengemudi cukup lama dia pun berhenti di depan rumah tua. Sang pemuda mengetuk pintu, terdengar suara dari rumah, hingga pintu terbuka, dari dalam rumah keluar seorang gadis berusia 23 tahunan. Sang gadis pun memeluk Zein. Gadis itu bernama Iva, Iva mempersilahkan Zein masuk kedalam rumah. Iva       : Bang Zein beberes dulu, bau! Zein     : Ya ya. Zein segera beberes badannya, ketika di kamar, Zein melihat foto ayah dan ibunya, ketika sedang melihat foto tersebut Zein meneteskan air mata. Flashback On Di sebuah unit laboratorium terlihat seorang ilmuan yang sedang mengerjakan sebuah proyek yang bernama “Tunel Gods” ilmuwan itu bernama Gustov, ilmuwan terbaik di bumi saat ini. Gustov: Dengan proyek ini manusia bisa pergi ke berbagai tempat di alam semesta. Disaat Gustov yang sedang mengerjakan proyek Tunel Gods tiba-tiba datang seorang ilmuan yang mengatakan bahwa anak Gustov telah lahir ke dunia. Gustov yang mendengar itu seketika pergi dari ruangan menuju ke ruang persalinan. Di dalam ruang persalinan, Gustov melihat sang istri Hae In terbaring lemas dengan dua bayi laki-laki dan perempuan. Hae In : Gustov, nama apa yang bagus untuk nama anak-anak kita. Gustov : Yang laki-laki namanya Zein, yang perempuan Iva. Hae In : Nama yang bagus Hae In dan Gustov tersenyum hangat, bersama menikmati kebahagian bersama anak-anak mereka. Tetapi tiba-tiba alarm merah proyek Tunel Gods berbunyi menandakan ada sesuatu buruk yang terjadi. Gustov memutuskan untuk pergi dan melihat lonjakan energi berpotensi dapat menghancurkan satu benua, tetapi  berapapun usaha Gustov akhirnya ledakan terjadi. Flashback Off   Setelah selesai beberes, Zein pun menuju meja makan, makan malam sudah disiapkan oleh Iva. Mereka berbincang. Zein     : Iva, aku berencana untuk mencari wilayah laboratorium ayah dan ibu dulu, Iva       : Jangan! itu terlalu berbahaya. Zein     : Tapi ini agar kita tahu apakah ayah dan ibu benar-benar sudah tiada. Iva       : Baiklah bang, kalau begitu mari kita pergi bersama. Zein     : Tidak, aku akan pergi sendiri.   Iva yang mendengarkan itu pun pergi ke kamar sambil menangis, melihat hal itu Zein menyusuli Iva.   Zein     : Iva, Abang tidak mau membahayakan Iva, ingat Iva? Ayah dan ibu tidak ingin melihat kita dalam bahaya, jika abang mati, sekarang abang yang berjuang untuk ayah dan ibu, Iva harus melanjutkan misi abang jika abang tidak berhasil nantinya. Iva       : Kalau Abang tidak berhasil, lalu siapa yang akan melindungi aku? Zein     : Abang sudah meminta pemerintah Alphelrion untuk menempatkan kami di daerah terlindungi dan aman.   Usai itu Zein berangkat meninggalkan Iva dalam keadaan sudah tidur, dia berharap Iva selalu aman, meski harus pergi lama, tapi dia tidak berjanji untuk kembali. Zein pun menangis ketika mengemudikan mobil terbang, menjauh dari rumah, menuju lokasi yang diduga merupakan laboratorium orang tuanya. -Bersambung-
Tags :

Uncategorized

Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Have Any Question?

Do not hesitage to give us a call. We are an expert team and we are happy to talk to you.