Pada tanggal 7 April 2026, pukul 11:00 ABI Center mendapatkan kunjungan dari Badan Penyuluhan Kanker, yang dihadiri oleh majelis guru dan tenaga pendidik dan kependidikan, Ibu Amel sebagai narasumber menjelaskan materi dengan jelas dan lugas, materi mengenai kangker diawali dengan penjelasan faktor pemicu dari kanker ” Dimulai dari faktor genetik, 30% kemungkinan menurun kepada anak, kemudian asap rokok, radiasi handphone, jangan menyimpan hp dibawah bantal ketika tidur, makanan micin dan instan/junkfood yang tidak dikendalikan atau berlebihan, kemudian dari cara masak nasi, tidak boleh dipanaskan sampai 2 hari, usahakan 1 hari nasi sudah habis, minyak gireng daur ulang agar dihindari.” Hal ini tentu menjadi peringatan awal bagi para murid, kemudian penjelasan mengenai ilmu tentang kanker prostad dan kanker rahim, ada upaya pencegahan yang diberikan, mulai dari tumbuhan-tumbuhan pencegahan kanker, dan penyediaan bibit tanaman pencegah kanker yang bida didapatkan secara gratis hanya dengan menjemput ke kota PAdang, tidfak diizinkan diwakilkan, jika memang membutuhkan maka dijemput langsung, karena dikhawatirkan jika mengambil bibi tdiwakilkan, tidak ditanam, sementara bibit dibutuhkan oleh banyak orang, ini salah satu upaya agar bibit jatuh ke tangan yang tepat, untuk alamat lengkap mampu menghubungi nomor ibu Amel di 081270527132. Usai itu adanya dibuka sesi pertanyaan dari guru, pertanyaan berupa persentasi kesembuhan kanker, lalu jawaban berupa “Sangat jarang sembuh” kemudian minyak cuccuran yang dijual apakah sehat atau tidak? lalu dijawab ” Pastikan memiliki BPOM, dengan mengenali ciri-cirinya seperti, ada label BPOM, ada tanggal kedaluarsa, dan ada label halal nya, pertanyaan lainnya berupa bagaimana cara gaya hidup yang sehat, “Tidur yang cukup, tidak merokok, mengkonsumsi air putih 2 liter.” adapun pertanyaan lain tentang pembuatan micin secara mandiri dirumah apakah boleh dikonsumsi secara banyak. “Micin yang BPOM itu sebenarnya tidak berbahaya, namun jika dikonsumsi secara banyak, tidak diatur, akan menajdi penyakit, kontrol pemakaiannya meski buatan sendiri.” lalu pertanyaan tentang apakah memendam perasaan atau emosi menyebabkan kanker. “Tentu, emosi yang tidak lepas akan menyerang ke tubuh, jika ingin cerita, maka cerita, jika ingin menangis, silahkan menangis, jangan ditahan.”
Begitu banyak edukasi mulai dari yang sulit, berbayar hingga gratis, pesan dari ibu Amel adalah lebih baik mencegah daripada mengobati, melalui memulai gaya hidup yang sehat.



Leave a Reply