|
Sebagai tiga finalis yang mewakili Sumatera Barat, ketiga murid Pondok Pesantren ABI Center berkesempatan meminta doa dan restu kepada Gubernur, serta dukungan yang maksimal untuk mensukseskan bersaing di kancah Nasional ini. Pada tanggal 3 November 2026, tiga orang murid Pondok Pesantren ABI Center atas nama Azizah Farah Fadhillah (XII SCU), Syifa Nai`lah Maulida (XII SMAIT) dan Chikal Ratanca Awdi (XII SCU) dinyatakan lolos pada ajang Duta Desa dan Kampung Wisata, usai melalui tahap wawancara, perjuangan harus terus dilanjutkan dan melaju bersaing bersama 38 peserta dari provinsi yang berbeda, serangkaian kegiatan dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 17-22 November nanti. Ini merupakan torehan prestasi yang luar biasa, karena finalis dari beberapa provinsi adalah para kalangan mahasiswa, pekerja, yang memiliki daya juang dan berpengalaman, namun ABI Center mampu berhasil mendukung dan mengutus tiga murid sekaligus pada Duta Wisata Kampung tahun 2026 ini. Sehingga pada Jum`at, 6 November 2026, ABI Center memiliki kesempatan untuk menemui pihak provinsi. Pada pertemuan ini, ketiga murid didampingi oleh guru ABI Center, bertemu dan berbincang bersama Bapak Mahyeldi dan didampingi oleh bapak Kesra dan Ibu Kadis Pariwisata. Melalui pertemuan ini, ABI Center membuktikan membawa keberhasilan, bukan sekadar pencapaian individu untuk intra pondok saja, melainkan juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Barat. Di tengah persaingan yang semakin luas, ketiganya telah membuktikan bahwa murid pesantren mampu mengambil peran dalam berbagai bidang, termasuk pariwisata, kebudayaan, komunikasi, kreativitas digital, dan pengembangan potensi daerah. Daerah yang diperkenalkan oleh ketiga murid ABI Center dalam ajang Duta Kampung Wisata ini adalah, daerah Kamang, Lawang, dan Matua.
Perjalanan dokumentasi, persiapan, menghafal naskah, pengambilan gambar, editing video, voice over, script, dan lainnya merupakan proses yang tidak mampu dipisahkan, cuaca yang panas terik dan hujan yang lebat menjadikan bagian perjuangan, tentunya hasil sejauh ini merupakan penawar dari segala yang telah dikerahkan. Perjuangan mereka kini memasuki tahap berikutnya. Tentu, perjalanan menuju tingkat nasional bukanlah perjuangan yang ringan. Dibutuhkan persiapan yang matang, kemampuan yang terus diasah, serta dukungan moral, material, dan pembinaan dari berbagai pihak. Kesempatan ini merupakan momentum berharga bagi ketiga murid untuk membawa nama baik Pondok Pesantren ABI Center, Kabupaten Agam, dan Provinsi Sumatera Barat di tingkat nasional. Oleh karena itu, melalui kesempatan ini, berharap dari banyak pihak, baik pemerintah, instansi, lembaga, yang terkait dengan pendidikan, pengembangan kesejahteraan, dan promosi pariwisata daerah, untuk turut memberikan dukungan terhadap perjuangan ketiga murid ABI Center.
Pada pertemuan ini, ada pesan yang mampu membuka kesadaran para generasi muda “Gubernur Sumatera Barat, Bapak Mahyeldi sangat mengapresiasi dengan apa yang telah diperjuangkan oleh ABI Center, beliau juga mengingatkan bahwa jangan lupa dengan identitas Minangkabau. Pesan lainnya juga disampaikan tentang sejarah Indonesia, banyak tokoh lahir sebagai pendiri NKRI itu dari Minangkabau. Beliau juga berpesan bahwa DNA Minang itu adalah DNA pejuang, pemikir, penyelamat, pembentuk, dan bahkan bapak proklamasi juga berasal dari Minangkabau, Bapak NKRI berasal dari Minangkabau. Maka generasi sekarang harus bisa mengikuti jejak langkah para pendahulu kita.” Tutur Ustadz Rido Finaldi, selaku pembimbing ketiga murid ABI Center. Sambutan hangat dari pihak gubernur tentu menjadi salah satu faktor ABI Center akan terus berjuang demi membentuk generasi Indonesia yang beradab dan madani.
|
Leave a Reply