Pada tanggal 19 hingga 24 Oktober dilakukan pembelajaran jarak jauh, yaitu murid ABI Center dipulangkan ke rumah masing-masing, lalu diberikan pembelajaran secara online, melalui aplikasi Zoom, atau Video Call bersama guru mata pelajaran, dan guru halaqah selama di asrama, hal ini dipandu dan dipantau langsung oleh wali kelas, mulai dari menggabungkan nomor Whatsapp satu persatu, absensi selama online, hal ini merupakan bentuk antisipasi dan alternatif dari bentuk penanganan Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) yang telah mencemari lingkungan, sudah berdampak ke berbagai daerah, salah satunya ke daerah Kamang, Bukareh, ABI Center. Selama seminggu kegiatan dilakukan didalam ruangan, guru-guru dan tenaga kependidikan lainnya tetap ke sekolah menggunakan masker untuk menanggulangi Karhutla ini. Meskipun memakai masker guru dan tenaga pendidikan diminta untuk menjaga kesehatan, menjaga pola makan, minum air putih yang banyak, dan pulang yang lebih cepat dari biasanya, pukul 12.00 maka guru dan tenaga kependidikan sudah diizinkan pulang, pembagian rafor juga dilakukan secara online, dilakukan dengan cara mengirimkan file Pdf kepada orang tua, hal ini berbeda dari biasanya, namun hal ini tidak menjadikan pembagian rafor menjadi terhalang, setiap murid mampu melihat hasil pembelajarannya selama beberapa bulan ini.
Ada beberapa kesan dan pesan dari tenaga pendidik dalam PJJ ABI Center kali ini
“Ada beberapa Kesan nya kalau halaqah kurang efektif karna lebih efektif kita tatap muka aja..
Kendala nya di jaringan, distraksi sama aplikasi lain, dan mungkin waktu halaqah tapi ada kegiatan dirumah..
Tapi sejauh ini baik, anak2 setidaknya terus baca Alquran.” Ustadzah Vebby Adria Nengsih
“Walaupun pjj, tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk hadir halaqah tepat waktu, selama setoran pun gada yang bermain semua serius mengulang hafalan masing-masing, dan ditutup nanti dengan sharing-sharing cerita lucu yang terjadi di rumah, jadi halaqah di akhiri dengan tawa dan canda itu bener-bener terasa hangat.”
“Tetap hidup kan terus semangat murajaah nya anak-anak ustazah, dimana pun antum berada, murajaah hafalan itu adalah sebuah tanggung jawab bagi si penghafal, jangan biarkan waktu yang antum perjuangan selama di pondok untuk menghafal Al-Qur’an sia-sia tetap istiqomah yaa anak-anak ustazah.” Tutur Ustadzah Hafizhatul Mardhiah dalam menyampaiakn pesan selama PJJ ini.
“Alhamdulillah, selama pelaksanaan tahfiz daring melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), ada banyak pelajaran berharga yang dirasakan. Mengajar tahfiz secara daring memiliki tantangan tersendiri. Kami tidak bisa mendampingi santri secara langsung, mengamati keseharian mereka dari dekat, atau mengoreksi bacaan mereka sebagaimana ketika pembelajaran tatap muka. Oleh karena itu, dibutuhkan kesabaran, kreativitas, dan kerja sama yang baik antara guru, santri, dan orang tua. Meskipun kegiatan tahfiz dilaksanakan secara daring dan tidak bertatap muka secara langsung, semangat untuk menghafal dan murajaah harus tetap terjaga. Kami menyadari bahwa jarak bukanlah penghalang untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui Al-Qur’an.” Ucap Ustadz Satria Kamil dalam menyampaikan pesan dan kesan pada PJJ ABI Center kali ini.
PJJ telah selesai, hari ini murid melakukan Khioto (Khidmad Kepada Orang Tua) mulai pada tanggal 25, dilakukan selama 1 minggu, mengabdikan diri selama dirumah, dan diminta untuk tetap menjaga kesehatan dan mengurangi aktifitas diluar ruangan.

Leave a Reply