
Proses belajar mengajar di ABI Center telah berjalan selama satu bulan lebih, murid baru telah memasuki babak pembiasaan, bertambahnya lingkungan baru, sementara murid yang lama hadir dengan semangat yang baru, banyak perubahan yang dirasakan dan dapat dilihat di ABI Center, mulai dari bangunan, hingga orang-orang yang mengisi ruang dan waktu, guru baru, karyawan baru, dan lainnya ikut merasakan atmosfer ABI Center yang begitu kuat dengan kekeluargaan, mulai dari bangun tidur, semua kegiatan dilakukan secara bersamaan, berdampingan dengan kegiatan lainnya, kegiatan di asrama, di sekolah, di masjid dan lainnya begitu sangat hangat terasa, menjalani kegiatan dengan bersama menjadi lebih bermakna, di ABI Center begitu ramai sehingga banyak momen yang akan dialami oleh murid, guru dan karyawan disini, meskipun disini menyenangkan dan menambah pengalaman, tentu keluarga dirumah masih tertanam cinta kasihnya didalam hati, terpikir disela-sela hennig malam, ingin mengetahui kabar dari orang tua, kakak, saudara yang hanya bisa ditelfon dengan hp nokia, hanya mendengarkan dari suara, dan itupun dijadwalkan dan diberi batas waktu. ABI Center menerapkan hal ini agar setiap murid menjalani kegiatan dengan baik dan fokus, ketika ada sesuatu hal dirumah yang penting diketahui oleh murid, Tim Pengasuhan ABI Center siap menjadi garda terdepan yang memberikan informasi kepada murid. Namun rindu tak terelakkan dan obat rindu hanyalah temu, oleh karena ini, karena telah lama tak bertemu, ABI Center mengeluarkan kebijakan untuk mengadakan kunjungan didalm lokasi ABI Center, tepatnya pada tanggal 23 Agustus 2026, Ahad yang begitu sibuk di ABI Center, mobil masuk terparkir dengan rapi, motor disusun dan rapi dipandang mata, murid dipanggil untuk menemui orang tuanya masing-masing, pelukan hangat dan salam begitu tampak hangat, air mata yang jatuh karena menahan rindu akhirnya terbayar, ibu dan ayah, adik dan kakak, kakek dan nenek telah didepan mata, berdiri tegak dengan sehat, melempar senyum, menanyakan kabar, dan menghabiskan waktu dengan menyantap masakan dari rumah, masakan yang begitu dirindukan oleh setiap murid, namun ada beberapa murid yang harus menerima dan sedikit berkecil hatinya karena tidak dikunjungi, namun hal ini tidak membuat masalah yang besar, murid ABI Center memiliki jiwa yang lapang, mengajak teman yang tidak dikunjungi untuk menemui orang tua dari temannya, hal itu menjadikan bentuk empati, menyejukkan hati yang gersang karena rindu tak kunjung berimbalan, ada yang duduk menatap gerbang, menunggu kedatangan orang tuanya, namun tak kunjung datang, menjadi momen yang membuat beberapa orang ikut merasa sedih, namun tak lama, orang terkasih yang ditungu terlihat dari balik gerbang, membawa makanan, barang-barang, sungguh senang hatinya, duduk yang tadi tampak dengan wajah kusut dan gelisah menjadi senyum yang lebar. Murid ABI Center menghabiskan waktu dengan berbagi cerita, menghubungi keluarga dirumah yang belum dapat hadir ke ABI Center dengan Video Call, dan lainnya, itu menjadi pemandangan yang begitu menyenangkan. Jam menunjukkan pukul 16.00, pengumuman dan himbauan untuk seluruh orang tua, wali murid agar meninggalkan ABI Center, hal ini menjadi momen yang begitu mengharukan, pelukan perpisahan itu terjadi, namun perpisahan sementara, ayah dan ibu kembali pulang, bekerja, adik dan kakak kembali pulang dan meneruskan bakti kepada orang tua, sementara murid kembali menuntut ilmu dan melanjutkan kegiatan di ABI Center. Lapangan yang tadinya penuh dengan susunan mobil telah kosong, susunan motor juga telah mengosongi lapangan, halte yang diduduki oleh banyak orang juga telah kosong, ketemu lagi nanti dengan cerita baru dan pengalaman baru, ABI Center dan celengan rindu kembali berlangsung, Tunggu cerita ABI Center di kunjungan atau perpulangan selanjutnya.
Leave a Reply