
Surau atau masjid adalah salah satu tempat pendidikan Islam di Minangkabau yang didalamnya menjadi proses transformasi nilai budaya dan agama, yang tidak terpisahkan dari kehidupan itu sendiri. Surau menjadi tempat untuk membangun landasan persatuan, mulai dari shalat berjamaah, belajar dengan guru, diikat dengan silaturrahmi, bekerjasama dan menjalankan ketakwaan dengan menyelesaikan masalah dengan cara musyawarah. Di Minangkabau, surau terbukti menghasilkan tokoh ulama dunia, dan tokoh berpengaruh di Indonesia, dalam sejarah dibuktikan dengan adanya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Syekh Burhanuddin Ulakkan, Sutan Syahrir, Mohammad Hatta, Haji Agus salim, merupakan murid yang dibimbing dengan metode Halaqah, duduk melingkar di dalam surau, menekankan sikap sederhana. Dalam dokumen sejarah Mohammad Hatta atau Wakil Presiden Indonesia yang pertama, kesehariannya di waktu belia, mengabdikan diri ke surau, hingga malam hari, bahkan kembali ke rumahnya ketika usai shalat subuh berjamaah, membawa perlengkapan belajar dan kain sarung, menginap atau istirahat di dalam surau, dan itu merupakan tradisi yang ada di Minangkabau. Hari ini ABI Center menganut sistem surau, dimana masjid Darul Ulum yang besar dan luas, diadakan Hari ABI, halaqah tahfidz, shalat berjamaah, shalat Dhuha, seminar, pertemuan, kajian rutin, dan lainnya, pendisiplinan diri agar tidak terlambat ke masjid pada shalat 5 waktu, karena cara terbaik untuk menjaga iman hari ini adalah shalat berjamaah ke masjid, dengan berjamaah, Islam menjadi kokoh. ABI Center merupakan pilihan yang baik untuk menempuh pendidikan, karena saat ini, surau sudah banyak ditinggalkan, hanya diisi oleh orang-orang yang sudah tua renta, melalui pendidikan dan lingkungan ABI Center, murid, guru, karyawan dibiasakan untuk mengikuti serangkaian kegiatan yang berpusat di Masjid Darul `Ulum, untuk itu, mari menjaga kebersihan masjid, menjaga adab didalam masjid, dan menjaga ketenangan selama berada di lingkungan masjid, semoga dengan adanya sistem surau yang diadopsi ABI Center hari ini, mampu melahirkan tokoh-tokoh penting untuk Indonesia bahkan ulama-ulama yang berpengaruh dan menjadi pelita umat baik di kancah nasional maupun internasional. Baik Putra atau Putri ABI Center, tanamkan dalam hati bahwa masjid itu bukan tempat yang tertinggal dari pembaharuan zaman, atau hal kuno, tetapi ingatlah bahwa masjid merupakan tempat asalnya ilmu. Harapan besar agar keluarga ABI Center selalu tertau hatinya untuk melangkahkan kaki dan mengayunkan tanga untuk meninjakkan kaki ke masjid.
Leave a Reply