Kata Mutiara pada Haflah ke-III Murid Kelas XII SMAIT ABI Center

Uncategorized

Redaksi: Nur`aini. Pada momentum sakral Haflah Takharruj ke-III, suasana haru dan kebanggaan berpadu menjadi satu dalam balutan kata-kata penuh makna yang mengalun lembut di setiap rangkaian acara. Setiap ungkapan yang disampaikan seakan menghadirkan kesejukan di dalam hati, memantik rasa syukur, sekaligus menghadirkan senyum tulus di wajah para hadirin. Momen ini bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan simbol perjalanan panjang yang telah ditempuh dengan penuh perjuangan, kebersamaan, dan pengorbanan. Acara diawali dengan penyampaian pesan dari saudara Kevindo Dimasri selaku perwakilan angkatan III. Dengan pembawaan yang tenang namun sarat keteguhan, ia menyampaikan ungkapan yang menggambarkan eratnya persaudaraan yang terjalin selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren ABI Center. Dalam tutur katanya, Kevindo menegaskan bahwa pondok telah mendidik mereka menjadi pribadi yang kuat dan tangguh menghadapi kehidupan.
“Di Pondok Pesantren ABI Center kita diajarkan untuk tegar. Perpisahan ini bukanlah akhir dari cerita, melainkan salah satu langkah awal dari perjalanan yang lebih panjang. Inilah alasan kami untuk terus berjuang membahagiakan kedua orang tua kami.”
Ungkapan tersebut tidak hanya menjadi bentuk rasa terima kasih kepada lembaga pendidikan yang telah membina mereka, tetapi juga menjadi sumber motivasi bagi seluruh hadirin untuk terus melangkah meraih cita-cita dengan tetap menjunjung nilai-nilai akhlak dan ketakwaan. Suasana semakin khidmat ketika Pak Hendra menyampaikan pidatonya yang penuh inspirasi dan kebijaksanaan. Dengan nada yang tegas namun menenangkan, beliau mengajak para murid untuk menjadi generasi yang mampu membawa nama baik almamater di tengah masyarakat luas.
“Ukirlah nama kalian di luar sana. Perlihatkan kepada dunia tentang adat, akhlak, dan ketakwaan yang telah kalian pelajari di sini. Jadilah pribadi yang mampu menyelesaikan masalah tanpa memperkeruh keadaan di tengah instansi maupun masyarakat.”
Pesan tersebut menggambarkan harapan besar agar para lulusan tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam bersikap, menjaga martabat, serta menebarkan kedamaian di lingkungan mana pun mereka berada. Tidak kalah menyentuh, Direktur Pondok Pesantren ABI Center turut menyampaikan amanat yang mendalam dan sarat makna, khususnya kepada murid kelas XII SMAIT ABI Center. Dengan penuh wibawa dan kasih sayang, beliau mengingatkan pentingnya menjaga adab sebagai pondasi utama dalam menuntut ilmu.
“Tanamkanlah nilai kehidupan yang memberi manfaat seperti tanaman yang tumbuh dan menaungi sekitarnya. Hormatilah guru, dan jangan mempersempit makna guru hanya kepada mereka yang mengajar di kelas. Ilmu tidak akan menjadi berkah ketika kita menghina, mengumbar aib, dan mencari-cari kesalahan guru. Jangan pernah meninggalkan shalat dan senantiasalah membaca Al-Qur’an.”
Nasihat tersebut menjadi penutup yang begitu membekas di hati seluruh peserta yang hadir. Tidak hanya sebagai wejangan perpisahan, tetapi juga sebagai bekal moral dan spiritual dalam menghadapi kehidupan setelah meninggalkan bangku pesantren. Haflah Takharruj ke-III akhirnya menjadi lebih dari sekadar acara pelepasan murid. Ia menjelma menjadi ruang refleksi tentang arti perjuangan, pentingnya adab, serta tanggung jawab besar dalam membawa ilmu dan nilai-nilai kebaikan ke tengah masyarakat. Dalam kehangatan suasana itu, tersimpan harapan agar seluruh lulusan Pondok Pesantren ABI Center mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta senantiasa menjaga cahaya keimanan di setiap langkah kehidupan mereka.
Tags :

Uncategorized

Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Have Any Question?

Do not hesitage to give us a call. We are an expert team and we are happy to talk to you.