Halal Bihalal dan Rapat Kelulusan Murid ABI Center

Uncategorized

Usai IED dilaksanakan Halal Bihalal Keluarga Besar Pondok Pesantren ABI Center, terlaksana dengan penuh keberkahan pada hari Jum’at, 27 Maret 2026, bertempat di Masjid Darul ‘Ulum. Acara ini menjadi momentum yang sangat berharga dalam mempererat tali silaturahmi di antara seluruh keluarga besar ABI Center. Kegiatan diawali dengan pembukaa suasana kebersamaan mulai terasa sejak awal, mencerminkan semangat persaudaraan yang erat di lingkungan pondok pesantren. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Pondok Pesantren ABI Center yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Memasuki rangkaian acara berikutnya, Kepala Sekolah SMP IT ABI Center menyampaikan beberapa pengumuman penting yang berkaitan dengan perkembangan pendidikan, program-program sekolah, serta harapan ke depan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembinaan murid. Kemudian, acara dilanjutkan dengan arahan dan nasehat yang penuh hikmah dari Abi Hamdi, beliau mengingatkan pentingnya menjaga hati, saling memaafkan, serta menjadikan momen Halal Bihalal sebagai sarana untuk membersihkan diri dari segala kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Nasehat yang disampaikan memberikan ketenangan dan inspirasi bagi seluruh jamaah yang hadir. Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipanjatkan dengan penuh khusyuk, memohon keberkahan, keselamatan, serta keberlangsungan ukhuwah yang telah terjalin. Suasana haru dan kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta saling bersalaman, bermaaf-maafan, dan mempererat hubungan satu sama lain. Setelah rangkaian acara resmi selesai, kegiatan dilanjutkan menikmati hidangan yang telah disediakan sambil berbincang hangat, berbagi cerita, serta memperkuat rasa kekeluargaan.   Pada esok harinya, telah terlaksana kegiatan rapat penguatan mutu pendidikan Pondok Pesantren ABI Center yang membahas peran guru, standar kelulusan, serta pembinaan karakter murid secara menyeluruh. Rapat ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari sisi akademik, tahfidz, maupun pembentukan adab dan kepribadian murid. Dalam pemaparan awal, Ustadz Hendriko menyampaikan penguatan terkait peran guru dalam menentukan mutu pendidikan serta syarat kelulusan murid. Ditekankan bahwa guru, baik guru pondok maupun guru mata pelajaran, memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan standar kelulusan, khususnya pada mata pelajaran wajib yang tidak boleh memiliki nilai rendah. Oleh karena itu, setiap guru diminta untuk mengusulkan standar kelulusan, termasuk proses dan mekanisme evaluasi yang tepat agar kualitas lulusan tetap terjaga. Selanjutnya, peserta rapat dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk membahas fokus yang berbeda: Kelompok 1 membahas standar kelulusan, termasuk penentuan mata pelajaran wajib, mekanisme evaluasi, serta proses penilaian yang harus dilalui murid. Kelompok ini juga menekankan pentingnya sistem yang terstruktur dan terukur dalam menentukan kelulusan. Kelompok 2 berfokus pada bidang tahfidz yang melibatkan pembina asrama, guru tahfidz, dan tahsin. Dalam pembahasannya, disepakati bahwa pembelajaran dimulai dari tahsin sebagai dasar, kemudian dilanjutkan ke tahfidz. Selain itu, kelompok ini juga membahas target pencapaian hafalan serta konsekuensi yang harus diterapkan bagi murid agar proses berjalan optimal dan disiplin tetap terjaga. Kelompok 3 membahas peran wali kelas, pengasuh, serta guru dalam membentuk karakter murid. Fokus utama kelompok ini adalah mendefinisikan standar adab kelulusan, termasuk disiplin, sikap harian, serta nilai-nilai akhlak yang harus dimiliki oleh setiap murid sebelum dinyatakan lulus. Kelompok 4 membahas kegiatan ekstrakurikuler (eskul) wajib yang harus diikuti oleh murid sejak kelas 1 hingga tamat. Selain itu, kelompok ini juga membahas pelaksanaan ujian komprehensif yang melibatkan guru mata pelajaran dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai bagian dari evaluasi akhir. Selain melakukan penilaian terhadap murid, para guru juga dituntut untuk mempresentasikan bentuk pertanggungjawaban atas tugas dan capaian yang telah dilaksanakan. Pada rapat ini, pembagian anggota kelompok dilakukan secara langsung untuk mempercepat proses diskusi.   Pada pukul 11.45, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Presentasi tersebut kemudian ditanggapi oleh peserta rapat lainnya untuk menentukan bagian mana yang perlu dipertahankan, diperbaiki, atau disempurnakan. Proses ini dilakukan secara musyawarah, dengan kesepakatan bahwa diskusi lanjutan akan tetap dilakukan di masing-masing kelompok guna mematangkan hasil yang telah dicapai. Dalam sesi diskusi, muncul perhatian terhadap rendahnya minat murid terhadap mata pelajaran pondok. Ustadz Rido Finaldi mencoba mengidentifikasi faktor penyebab serta menawarkan solusi. Salah satu usulan yang disampaikan adalah “Memanfaatkan waktu kosong di siang hari untuk memperdalam pelajaran pondok. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman murid secara menyeluruh, sehingga mereka tidak lagi merasa bosan, melainkan mampu melihat pentingnya ilmu pondok sebagai prioritas utama.” Sementara itu, Direktur Pondok Pesantren ABI Center, Ustadz Abdullah Zaki Alhumaidi, menyampaikan pandangannya terkait pelaksanaan ujian lisan dan ujian komprehensif. Beliau mengusulkan agar ujian tersebut dirancang dengan konsep yang lebih sederhana namun tetap efektif. “Hal ini didasarkan pada kondisi murid yang masih membutuhkan pembinaan dalam kemampuan berbicara, berorasi, dan berdialog. Dengan adanya ujian lisan dalam komprehensif, diharapkan murid dapat terlatih mentalnya dan berkembang menjadi pribadi yang lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat.” Usulan lain disampaikan oleh Ustadzah Rifa Ade Rahma, yaitu agar mata pelajaran tambahan diisi dengan pembelajaran berbasis buku adab yang dapat dijadikan pedoman utama bagi murid ABI Center. “Hal ini sejalan dengan tujuan pondok dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam akhlak.”   Adapun dari hasil pemaparan Kelompok, ditegaskan kembali pentingnya pembinaan adab dan karakter murid, khususnya dalam hal kedisiplinan dan kebiasaan harian. Standar adab kelulusan menjadi poin penting yang harus dirumuskan secara jelas agar murid yang lulus benar-benar mencerminkan nilai-nilai yang ditanamkan di pondok. Rapat ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menyusun sistem pendidikan yang lebih terarah, terukur, dan berorientasi pada kualitas, baik dari sisi ilmu, hafalan, maupun akhlak. Semoga setiap hasil musyawarah yang telah dicapai dapat diimplementasikan dengan baik dan membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar Pondok Pesantren ABI Center.
Tags :

Uncategorized

Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Have Any Question?

Do not hesitage to give us a call. We are an expert team and we are happy to talk to you.