MPLP Day 5

Uncategorized

Memasuki hari kelima pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Pondok (MPLP), suasana di Pondok Pesantren ABI Center semakin menunjukkan kedewasaan dan kekompakan murid baru. Berbagai kegiatan hari ini menguatkan tidak hanya dari sisi fisik dan intelektual, tetapi juga emosional dan sosial sesuai dengan tujuan MPLP sebagai proses pembentukan karakter awal murid. Kegiatan dimulai seperti biasa dengan senam pagi di lapangan sekolah. Namun kali ini, gerakan senam yang diberikan lebih kompleks dan memerlukan koordinasi yang baik antar murid. Meski begitu, para peserta terlihat antusias dan mampu mengikutinya dengan lebih luwes dibandingkan hari-hari sebelumnya. Tampak jelas bahwa mereka sudah mulai hafal urutan gerakan, memahami irama, dan bergerak selaras dengan teman-temannya. Suasana penuh semangat dan tawa menciptakan energi positif untuk memulai hari. “Senam hari ini lebih seru. Kami jadi merasa makin kompak,” ungkap salah satu murid putra. Setelah menyegarkan tubuh, para peserta kembali ke ruang kelas untuk mengikuti sesi literasi bersama guru pembimbing literasi sekolah. Kegiatan ini tidak hanya berisi pembahasan materi bacaan, tetapi juga latihan memahami isi teks, menjawab soal secara kritis, serta diskusi sederhana mengenai makna dan pesan dari materi yang dibaca. Para murid diawasi dan dibimbing secara langsung oleh guru. Tujuannya adalah mengenalkan pentingnya kemampuan literasi sebagai dasar belajar di semua mata pelajaran, sekaligus membangun kebiasaan berpikir logis dan reflektif. Selain itu, guru literasi juga menyampaikan bahwa kemampuan membaca dan menulis bukan hanya sekadar akademik, tetapi juga merupakan alat untuk mengekspresikan gagasan, memahami realitas, dan menumbuhkan empati. Selanjutnya para murid diarahkan menuju masjid Darul ` Ulum untuk mengikuti penyuluhan penting mengenai pencegahan bullying, yang disampaikan oleh tim Bimbingan dan Konseling (BK). Dalam sesi ini, murid dikenalkan pada berbagai bentuk bullying,  baik secara fisik, verbal, mental, hingga melalui media sosial. Disampaikan pula dampak serius dari perilaku bullying terhadap korban, mulai dari rasa tidak percaya diri, trauma, hingga gangguan mental jangka panjang. Dengan pendekatan yang komunikatif dan penuh empati, tim BK mengajak murid berdiskusi dan agar ketika sekolah mampu memberikan ruang bagi mereka untuk menyampaikan pendapat atau pengalaman. Penyuluhan ini menanamkan nilai bahwa setiap murid memiliki hak untuk merasa aman dan dihargai di lingkungan sekolah. Hari ke-5 ini menandai bahwa MPLP mulai memasuki fase akhir. Suasana peserta MPLP sudah jauh berbeda dibandingkan hari pertama: lebih tertib, lebih kompak, dan mulai terbentuk rasa memiliki terhadap sekolah baru mereka.Kegiatan hari ini menjadi bukti bahwa MPLP bukan hanya sekadar orientasi, tetapi proses awal pembentukan pribadi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Esok akan ada outbound ke Puncak Anai, hiking, mengenal alam dan berenang, sebagai penutup kegiatan MPLP tahun ajaran 2025/2026 M / 1446 H.    
Tags :

Uncategorized

Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Have Any Question?

Do not hesitage to give us a call. We are an expert team and we are happy to talk to you.